Wanita Bekerja ?
Jika dilihat dari gender yang sudah
tertanam sejak dahulu dimana gender tentang peran Ayah sebagai kepala rumah tangga yang berkewajiban
bekerja mencari nafkah. Sedangkan peran ibu seperti berbelanja ke pasar,
memasak, memandikan anak dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya. Sedikit banyaknya stereotipe
pembagian peran " ayah " dan " ibu ", ini yang hingga sekarang masih menancap dibenak khalayak.
Seiring berkembangnya zaman dimana
teknologi berkembang semakin pesat dimana kebutuhan hidup semakin banyak dan tantangan
kehidupan di segala bidang semakin banyak pula. Dengan keadaan
yang seperti ini, sepertinya tidak memungkinkan lagi bagi wanita untuk
tetap berdiam diri, berpangku tangan, duduk diam (menunggu) tanpa harus berbuat
banyak bagi dirinya sendiri dan orang disekelilingnya, khususnya juga bagi
keluarganya.
Semakin tinggi tingkat kebutuhan hidup ditambah tingkat penghasilan yang masih belum bisa mencukupi, maka tak
pelik lagi masih mengharuskan para wanita untuk bekerja membantu para suami untuk
mencari sumber kehidupan atau nafkah untuk membantu menunjang penghasilan para
suami agar dapat memenuhi kebutuhan hidup yang cenderung semakin hari semakin
meningkat.
Namun selain dengan alasan
membantu laki-laki (suami) untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ada juga wanita (istri)
bekerja dengan alasan untuk menghibur diri perempuan itu sendiri bisa dikatakan
hanya untuk enjoy, menghabiskan waktu untuk mengisi waktu luang saja.
( Location : Pantai Panjang Bengkulu )
↳ Seorang wanita yang bekerja sebagai penjual mainan anak-anak. Jika dilihat di zaman yang serba canggih seperti sekarang dimana sudah banyak anak-anak yang meninggalkan mainan-mainan kuno dan beralih memilih bermain dengan gadget yang lebih canggih. Namun dengan niat untuk membantu suaminya, wanita ini rela bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. walaupun hasil yang didapat dari berjualan mainan ini tidak seberapa. dimana kadang suatu hari dagangannya tidak ada pembelinya.
( Location : Pasar Minggu )
↳ wanita diatas adalah contoh lain yang membuktikan bahwa wanita juga bisa bekerja. wanita ini bekerja sebagai pedagang yang menjual buah pisang, buah jeruk dsb. wanita ini bekerja dari pukul 05.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB.
( Location : Perumahan Komp. Vila Danau Indah 1 kel. Surabaya Kota Bengkulu )
↳ wanita diatas bisa dikatakan seorang wanita yang tidak muda lagi, namun semangatnya untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya, wanita ini berjualan masakan yang sudah diolah menjadi berbagai macam lauk-pauk ataupun sayur mayur yang siap disantap. wanita ini biasanya menjajahkan dagangannya dengan menggunakan sepeda, beliau berkeliling di daerah surabaya dan sekitarnya yakni dari pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB. dengan keuntungan yang tak seberapa, yang jelas keuntungan tersebut dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Namun tak jarang pula wanita ini mengalami kerugian dimana dagangannya tidak habis dan tidak dapat disimpan untuk dijual kembali karena dirumah beliau tidak memiliki lemari pendingin.
(Location : Parkiran Depan R.S. Bayangkara.Kota Bengkulu)
↳pada foto diatas dapat terlihat bahwa bukan hanya sekedar bekerja, namun wanita dapat mendapatkan dan mengerjakan pekerjaan layaknya seorang laki-laki. menjadi juru parkir, yang umumnya profesi pekerjaan seorang laki-laki. wanita ini bekerja menjadi juru parkir untuk membantu suaminya membayar biaya pendidikan anaknya. wanita ini bekerja dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 18-00 WIB. walaupun hasil dari pekerjaannya tidak seberapa namun dari hasil tersebut beliau sedikit-sedikit dapat menyisihkan uangnya untuk memenuhu kebutuhan lainnya.
Jadi walaupun seorang wanita itu bekerja membantu suaminya mencari nafkah, namun wanita tidak bisa lepaskan dari perannya yaitu : wanita tetap harus tanggung jawab untuk mengurus keluarganya dengan sebaik-baiknya. Meskipun wanita sudah bekerja seharian, dan setelah hari telah
beranjak malam, mereka masih disibukan dengan kegiatan rumah tangga, mulai dari
membereskan dapur, menyiapkan makanan untuk keesokan harinya, mengurusi
anak-anak, memeriksa pekerjaan dari sekolah, merapikan buku-buku anak,
menyiapkan perlengkapan untuk suami, perlengkapan anak-anak dan untuk diri
mereka sendiri.