Teori Evaluasi Komunikasi ( Evaluating communication theory)
Teori Evaluasi Komunikasi teori merupakan sebuah teori yang dapat membangun kontribusi seseorang terhadap pengetahuan dan kegunaan.
sebuah teori memiliki 2 jenis umum :
1. luasnya cakupan sebuah teori artinya luasnya topik yang dibicarakan dari sebuah peristiwa yang disampaikan dapat membntu kita dalam memahami sebuah peristiwa.
2. konsep yang sempit digunakan dalam situasi sempit artinya teori yang dibahas sedikit tapi topik yang digunakan dapat dalam peristiwa yang luas.
Sebuah teori itu dapat merubah sikap seseorang, dan dapat disampaikan diberbagai situasi komunikasi.
Ada beberapa kriteria dalam evaluasi komunikasi :
1. Teoritis Lingkup : Mengacu kepada kelengkapan atau luasnya sebuah teori.
2. Kosistensi : Kosistensi ini mengacu kepada kesesuaian antara teori asumsi debgab klaim subtantif.
kosistensi ini berhubungan dengan bahasa yang akan digunakan.
3. Nilai Heuristik : yaitu alat yang membantu set arah atau alat yang membantu memecahkan masalah atau menyarankan ide.
Nilai Heuristik berfungsi menunjukkan jalan penyelidikan dan pengembangan sebuah konsep.
4. Validitas : dapat dikatakan sejauh mana sebuah teori dikatakan benar atau valid
Validitas dibagi menjadi 2:
a. Validitas Korespondens : jika teori sesuai dengan apa yang telah diamati maka penelitian tersebut dikatakan valid
b. Validitas Generalisasi : validitas ini memprediksi hasil dakam situasi untuk menguji validitas (kegunaan).
Sebuah teori dapat dikatakan utilitas praktis apabila berharga untuk beberapa kegunaan.
misalnya ketika kita melakukan sebuah penelitian, dengan judul penelitian "the power of television" nah validitas yang digunakan adalah validitas koresppondens dan untuk mencari informasi nya kita harus mewawancarai KPI (Komisi Pertelevisian Indonesia).