Senin, 28 Maret 2016

Teori Interaksi keterlibatan (Interaction Involment Theory)- PTKOM




Teori Interaksi keterlibatan (Interaction Involment Theory)
Interaksi keterlibatan bisa diartikan sejauh mana seorang individu berpartisipasi dalam lingkungan sosialnya.

Interaksi keterlibatan ini menggambarkan bagaimana hubungan komunikasi interpersonal seseorang terhadap lingkungannya.

Interaksi keterlibatan di dasari pada karya awal seorang Erving Goffman. Yang mana Goffman mengamati masyarakat diatur oleh makna dan interpretasi seseorang terhadap atribut sosialnya, pola komunikasi verbal dan non verbal yang mengevaluasi dirinya sendiri.

menurut Gioffman ada 3 komponen dalam Interaksi keterlibatan yaitu :
1. perhatian : memfokuskan diri terhadap apa yang sedang disampaikan oleh seseorang.
2. perspektif : cara seseorang dalam menyampaikan sebuah informasi.
3.respon : respon atau tanggapan dari seseorang terhadap apa yang disampaikan oleh orang lain.

misalnya ketika ada seorang yang sedang menyampaikan sebuah materi didepan kelas maka kita sebagai audiens harus fokus mendengarkan materi apa yang sedang disampaikan oleh penyaji , bila ada hal yang pentin sebaiknya dicatat. apabila seorang penyaji materi terebut menyampaikan materi dengan gugup itu bisa diartikan bahwa penyaji tersebut takut salah dalam memberikan informasi atau materinya. dan apabila ada hal yang tidak di mengerti maka sebaiknya kita mengacungkan tangan untuk bertanya kepada penyaji tersebut.

INSPIRASI BENGKULU


INSPIRASI BENGKULU !
UTS RETORIKA.

" Bengkulu, Smart City dengan Digital Teknologi "

Bengkulu adalah salah satu provinsi yang terletak di Pulau Sumatra. Provinsi Bengkulu terletak di pantai barat Pulau Sumatera pada garis lintang 2°16´ - 3°31’ LS dan garis bujur 101°1´ - 103°41’ BT. Yang memiliki luas wilayah yang mencapai ± 22.365,6 Km² dengan luas daratan ± 20.030,4 Km² dan luas perairan (laut) mencapai ± 2.335,2 Km² dengan panjang garis pantai mencapai ±525 km yang seluruhnya terletak di bagian barat Provinsi Bengkulu. Provinsi Bengkulu memiliki jumlah penduduk kurang lebih 1.814.357 jiwa pada tahun 2013. 

Bengkulu adalah sebuah provinsi yang memiliki daya pikat. Dengan adanya suguhan panaroma yang bagus, adanya makanan-makanan khas yang memiliki cita rasa yang enak, ditambah lagi masyarakatnya yang ramah. Namun Bengkulu juga memiliki masalah seperti masih banyaknya sampah-sampah yang berserakan dijalan raya, tempat umum, tempat pariwisata dll, masih banyaknya fasilitas umum yang rusak dan salah fungsi, masih jarangnya turis-turis domestic ataupun mancanegara yang mengunjungi Provinsi Bengkulu, masih ada juga masalah sosial yakni masih banyak masyarakat Provinsi Bengkulu yang pengangguran, masih terjadi kesenjangan ekonomi, serta masalah ketertiban umum.

            Bengkulu sepertinya harus segera menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Bengkulu membutuhkan solusi yang kreatif, inovatif daan efisien yang akan dijalankan oleh jajaran aparat pemerintahan dari pemimpin hingga ke tingkat yang terbawah, serta didukung komitmen penuh dari seluruh lapisan masyarakat Provinsi Bengkulu.

Sudah saat nya Bengkulu maju sudah saatnya Bengkulu berubah. Bengkulu memiliki angin segar yang dapat membawa Provinsi Bengkulu menuju perubahan yang lebih baik lagi.

Jika kita berkaca dengan Provinsi Jawa Barat tepatnya Kota Bandung, sekarang Kota Bandung sudah menjadi kota yang maju dan menjadi saalah satu kota destination wisatawan.  Dalam kepemimpinan seorang Ridwan Kamil atau yang sering disapa emil, dalam masa jabatannya yang masih seumur jagung namun telah memberikan perubahan  yang begitu Signifikan terhadap kota Bandung. Ada  lima pilar yang sudah direncanakan oleh pemerintah, mereka menyebutnya dengan ‘kota pintar’ yakni meliputi : infrastruktur teknologi, pemerintahan yang berorientasi teknologi, pemerintahan yang terbuka, pemberdayaan, dan “teknopolis”. Emil juga sudah mensosialisasikan kebijakan dan imbauan pemerintah melalui media sosial yakni twitter dan facebook. Pada masa kepemimpinannya emil mewajibkan seluruh SKPD ( Satuan Kerja Pemerintah Daerah), camat, dan lurah dibandung untuk memiliki akun twitter. Ini adalah salah satu cara beliau untuk merevolusi cara berkomunikasi antara pemerintah dan warga supaya ada saluran langsung dan terbuka setiap saat. Dan pada saat sekarang Bandung merupakan kota dengan basis pengguna Twitter terbesar keenam di dunia.

Bukan hanya itu pada awal kepemimpinanya pemerintah kota Bandung telah memasang sekitar 5.000 hotspot wi-fi yang tersebar di seluruh kota, seperti perpustakaan daerah, taman-taman dan 80% tempat makan di bandung sudah memasang wifi gratis. Dan sekarang mereka memasang hingga 40.000 hotspot untuk memastikan lebih banyak warga Bandung yang bisa online. Pemerintah juga mempersiapkan “layanan publik Google of  Bandung”, yang memungkinkan pengguna mengakses berbagai layanan publik secara online. Layanan ini termasuk sistem pengaduan online yang membantu mengurangi korupsi di Bandung, dan juga e-Kelurahan, yang memungkinkan warga untuk men-download formulir publik secara online sehingga tidak harus pergi ke departemen terkait untuk sekedar mendapatkan formulir. Tidak hanya itu misalkan saja apabila terjadi suatu kebakaran maka masyarakat hanya perlu melapor ke kantor pemadam kebakaran, dan secara lansung pihak kantor akan mengirimkan pasukan untuk memadamkan api dan secara langsung juga mobil akan ke tempat tkp, karena mobil tersebut sudah dilengkapi oleh JPS dan pihak kantor juga dapat memantau bagaimana kinerja para pegawainya.  Selain itu masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, keluhan, saran dan pengkaduan lewat SMS dan aplikasi LAPOR. Pengajuan proposal warga untuk meminta dana bantuan sosial (bansos) dapat dilakukan secara online agar lebih transparent. Dan untuk mendaftar nomor antrean rumah sakit daerah cukup melalui SMS tanpa mesti ke rumah sakit terlebih dahulu hanya untuk mengambil nomor antrean.
Mengapa semua itu dilakukan oleh seorang Ridwan Kamil ? alasannya adalah karena ia ingin membawa perubahan untuk Kota Bandung. Bandung memiliki jumlah penduduk yakni 2.5 jiwa yang mana 60% nya adalah warga yang usinya dibawah 40 tahun, maka dari itu ia ingin generasi mudanya aktif dan akarab dengan teknologi. Selain itu Emil ingin membuat gebrakan baru, beliau ingin supaya masyarakat tahu bahwa pemkot bandung benar-benar bekerja, Emil menghimbau agar tiap aktivitas pemerintah diabadikan dalam foto atau video.
Pemerintah kota Bandung sangat terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak guna mengembangkan semua jenis solusi online. Salah satu bentuk kerjasama tersebut adalah dengan perusahaan informasi dan komunikasi terbesar di Indonesia, Telkom, dengan mengembangkan e-Puskesmas, sebuah manajemen sistem informasi online bagi para praktisi kesehatan. Pemerintah juga menggunakan database visual buatan mahasiswa yang menampilkan aset tanah Bandung. Yang mana pada pemerintah kota Bandung sengaja mengambil sumber daya manusia dari Universitas-Universitas ternama diBandung.  Seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) , Telkom University,dll.
Pemerintahan kota Bandung juga sekarang sudah mendirikan taman-taman yang ada dikota bandung. Misalnya taman alun-alun yang terletak di alun-alun kota Bandung, taman music yang  berguna untuk menampung aspirasi anak muda bandung dalam bermusik yang akan melahirkan seniman-seniman hebat, taman jumblo dimana ada 1 buah bangku yang hanya memuat 1orang saja dan warnanya dibuat sangat mencolok, ada taman film disini berbagai macam film ditampilkan, taman vanda disini para pengunjung dapat menyaksikan air yang menari-nari dengan tata lampu yang bagus, taman lansia, pet park, taman pusaka bunga, taman fotografi, taman super hero. semua taman-taman tersebut dilengkapi dengan akses internet.
Bukan hanya itu Ridwan Kamil akan menjadikan Bandung sebagai “ Silicon Valley” -nya Indonesia. Ridwan Kamil mengatakan bahwa Bandung tidak memiliki sumber daya alam yang bisa diandalkan. Jadi mereka harus mengandalkan kekuatan sumber daya manusia untuk memajukan kota – dan bangsa – ke tingkat berikutnya. Salah satu proyek besar yang mereka kerjakan bernama Teknopolis, yang diharapkan bisa menjadi Silicon Valley-nya Indonesia di masa depan. Bandung telah menyiapkan lahan seluas 800 hektar di wilayah Gedebage. Total investasi untuk proyek ini sekitar USD 800 juta telah dipersiapkan untuk pembangunan kawasan yang akan menjadi rumah bagi ratusan perusahaan baru. Konsepnya berupa kota teknologi di dalam sebuah kota. Orang-orang akan bekerja dan juga tinggal di dalamnya. Agar terbangun atmosfir yang inovatif, kota ini hanya memuat perusahaan yang bergerak di bidang teknologi.
Jadi kesimpulannya bahwa perubahan sebuah kota atau provinsi itu tidak hanya dilakukan oleh para pejabatnya saja, namun dari seluruh lapisan masyarakat. Masyarakat harus membantu mewujudkannya. Paling tidak satu minggu sekali di hari weekend diadakan 1 hari tanpa asap kendaraan. 1hari untuk membersihkan sampah yang ada di kota Bengkulu ini. Dan jika dilihat dari pembangunan yang ada diprovinsi Bengkulu, banyak sekali bangunan-bangunan yang telah dibuat oleh pemerintah yang tidak tahu fungsi dibuatnya bengunan itu untuk apa. Yang kemudian bangunan tersebut akan hancur, rusak, kotor, jelek dll. Kalau sudah seperti itu bisa dikatakan dana untuk membangunan tersebut terbuang sia-sia. Banyak sekali bangunan-bangunan yang sudah dibangun namun tidak difungsikan secara optimal. Misalkan saja contoh pembangunan terowongan bawah tanah yang menghubungkan rumah dinas Gubernur Bengkulu dengan salah satu peninggalan sejarah yang ada dibengkulu yakni benteng malborough, yang sampai saat ini pun hasilnya tidak ada namun biaya untuk pembangunan daerah sudah banyak habis. Bengkulu masih banyak lahan-lahan yang kosong yang dapat dibangun tempat-tempat hiburan yang terhubung oleh akses internet yang memudahkan para wisatawannya untuk melek teknologi. Mulailah dari hal yang kecil terlebih dahulu. Seperti mulai lah dengan pengunjung local terlebih dahulu untuk mengunjungi seperti tempat-tempat wisata dan kemudian baru dipromosikan agar nantinya banyak wisatawan yang datang ke Bengkulu.
Sudah saatnya Bengkulu bangkit. Bengkulu mencontoh kota-kota yang sudah maju yang ada diIndonesia, yang salah satunya adalah Kota Bandung. Bengkulu perlu menerapkan sistem yang diterapkan oleh pemerintahan negara Malaysia, dimana pada masa pemerintahan raja si A, selama masa pemerintahannya yang 5 tahun tersebut Raja A tersebut harus membuat 1 buah perubahan (pembangunan) yang berguna untuk masyarakat Malaysia. Nah sekaranglah waktunya Bengkulu bangkit. Bengkulu memiliki peluang yang besar untuk maju. Karena Bengkulu memiliki tempat-tempat yang dapat menarik daya pikat wisatawan domestic maupun mancanegara, yang jika dikelola dengan baik dan dipromosikan dengan baik pula tidak ada yang tidak mungkin Bengkulu bisa maju dan mengalahkan provinsi-provinsi yang sudah maju. Bengkulu bisa bangkit namun perlu adanya extra kerja keras, semangat, dukungan dan komitmen dari seluruh lapisan masyarakat bukan hanya dari pemerintahan saja….
*